Status

QURAISH SHIHAB

Saya kira seluruh manusia diatas bumi itu tidak ada yang sempurna. Ketidak sempurnaan itu sunatullah, bahkan karena ketidak sempurnaan itu kita kemudian terpilih menjadi manusia. Begitu pula tentang guru, ahli, cendikia hingga Al-Ustadz. Tentu saja mereka bukan seorang yang maksum. Punya kekeliruan, kesalahan, ketidak benaran, kekurang tepatan. Tetapi apakah lalu ketidak sempurnaan itu, harus disikapi dengan olok-olok, ghibah bahkan fitnah?. Apakah lalu ketidak sempurnaan itu lalu harus direspon dalam bentuk pengumuman, sosialisasi, pembunuhan karakter seperti makian dan kutukan?. Memang sudah berapa banyak sih, karya yang sudah dibuat para pencela itu?. Berapa banyak sumbangan pemikiran yang telah diberikan kepada khasanah agama oleh para pemaki itu?. Berapa banyak kerja yang sudah dilakukan dalam membangun keagamaan masyarakat oleh para penggunjing itu?. Tidak setuju dan tidak sependapat adalah bukan suatu hal yang terlarang. Kita boleh menolak, kita boleh tidak mengikuti, kita boleh meninggalkan. Tetapi mengapresiasikannya dengan buruk, dengan tidak baik, tidak akan memberi apapun, selain mencemari wajah sendiri. Bahkan lebih pedih lagi, mencemari kejernihan dan kehormatan dari keyakinan kita semua.

Status

KEBERPIHAKAN MEDIA

Sebelum PILPRES saya sudah mengkritik: media kita tidak bebas politik, media kita tidak netral. Seorang wartawan senior buru-buru japri: media boleh berpihak, tetapi hanya kepada kebenaran. Saya sendiri masih tetap tidak setuju pandangan ini. Kalau pembaca berpihak itu wajar, tetapi kalau sumber informasi berpihak – lalu apa lagi yang bisa didapat oleh pembaca selain opini?. Bukankah kebenaran politik pun relatif, dari sudut mana kepentingan seseorang itu berasal?. Dalam politik seseorang hanya menggunakan kaca mata kuda, hanya pandangan yang diyakininya yang maha benar yang lain wajib salah. Tidak perduli materialisma, dialektika apalagi logika. Akhirnya PILPRES terjadi, media berpihak kekiri dan kanan, kemudian berujung saling tekan dan tuding. Semenjak kampanye PILPRES, saya jarang sekali baca berita. Kalaupun membaca, saya harus mencerna berulang-ulang, ini dokumentasi yang nyata atau hanya pendapat yang dikemas menjadi berita.

Status

PERANG KEMANUSIAAN

Seperti yang saya pernah sampaikan bahwa Perang Palestina saat ini bukan Perang Agama. Karena di Israel juga ada Muslim. Bahkan banyak tentara Israel itu Muslim. Saya pernah memiliki data informasi, banyak tentara Israel Muslim itu mendapat bintang perang karena keberanian mereka. Saya pernah memiliki data, di Israel ada sekolah Sufisme, yang muridnya bukan hanya Muslim tetapi juga Kristen, Yahudi dan Atheist. Yang salah satu mata pelajaran hariannya, adalah mengeja lafal Laa Ilaha Ilallah Muhammad Rasulullah dalam bentuk seperti Yoga. Banyak lagi yang lain. Sebaliknya di Palestina sendiri banyak sekali pejuang beragama Kristen dan Yahudi. Yang hidup dan mati berjuang untuk Palestina. Bekas duta besar Palestina sebelum sekarang itu beragama Kristen Ortodox. Waktu Intifada Kedua, para pejuang yang terdesak pertempuran bersembunyi di Gereja tempat lahirnya Isa AS (Yesus). Dan rahib-rahib disana keluar, berjejer mengelilingi gereja, menantang tentara Israel. Banyak lagi yang lain. Jadi kita tidak bisa mengkotakan sebagai agama melawan agama. Apa yang terjadi sebenarnya adalah sebuah kejadian kemanusiaan. Antara mereka yang didukung oleh negara kuat melawan mereka yang didukung negara lemah. Dan kita berpihak kepada yang lemah. Demikian.

Status

AIB KEMATIAN

Saya kira menampilkan gambar-gambar jenazah terutama akibat perang diruang publik, meski dengan maksud membangkitkan simpati, sebaiknya dihindari. Muslim memiliki tradisi kubur, menguburkan jenazah, meski syahid sekalipun, untuk menghormati jenazah itu. Mengurus jenazah itu masuk kewajiban Muslim. Bahkan dalam beberapa mazhab dan manhaj ada yang menyegarakan kubur, meski belum dilihat keluarganya, dengan maksud secepatnya menutup aibnya. Proses alamiah menjelang dan paska-kematian dari seorang manusia merupakan aib yang secara etika agama wajib ditutupi manusia lain dan bukan dipamerkan. Saya sendiri pernah ikut memprotes ketika jenazah Moamar Khadafi dipamerkan di Libya. Aib kematian itu sangat buruk, memamerkan jenazah adalah penghinaan terendah bagi seorang Muslim. Seberingas dan sejahat apapun, seorang manusia adalah juga karya cipta Tuhan. Apalagi mereka yang kita ketahui sebagai korban-korban perang yang tak berdosa. Demikian.

Status

CINTA PALESTINA

Yang paling sulit saya pahami hingga saat ini adalah bahwa banyak sekali orang diluar Palestina, merasa lebih tahu dan lebih mengerti tentang Palestina, bahkan dari orang yang berada didalam Palestina itu sendiri. Baru saja saya bertemu dengan orang yang sangat Palestina-Sentris sama sekali, serba Pro-Palestina total. Tetapi ketika saya tanya apakah sudah pernah melakukan kontak dengan orang-orang Palestina?. Ternyata belum pernah, dan hanya baca berita dikoran dan internet. Astaga!. Padahal kedutaan besar Palestina ada di Jakarta. Saya baru menyadari bahwa orang ini adalah potret sebagian besar dari kita. Awalnya saya merasa itu karena rasa kecintaan, karena cinta membuat setiap manusia menjadi egois, tak ingin berbagi dan rasa ingin memiliki secara utuh dan penuh. Tetapi kemudian saya mulai menyadari bahayanya, yaitu ketika mengklaim secara berlebihan, banyak orang menjadi merasa Palestina bukan milik mereka, terakhir kemudian menjadi Antipati terhadap Palestina. Padahal apabila memang kita berniat membantu Palestina, secara utuh, ikhlas, lillahi ta’ala, maka kita harus merangkul setiap kekuatan, mengajak setiap kalangan, untuk bersama-sama mendukung Palestina terbebas dari ancaman dan ketakutan seperti sekarang ini. Dan mengharapkannya dapat terus berkembang menjadi sebuah negara mandiri dan berdaulat.

Status

TERJEPIT DUA SITUASI INTERNASIONAL

Salah satu side-effect dari konflik Sunni-Syiah di Syria (termasuk Libanon) dan ditutupnya koneksitas Mesir setelah kejatuhan rezim Ikhwanul Muslimin, adalah hilangnya dukungan FAJR-5 dari Iran ke pasukan militan Hamas di jalur Gaza. Padahal rocket ini sangat efektif dalam menembus proteksi Iron Dome Israel. Saya ingat sekali tahun 2012, Netanyahu panik ketika tahu FAJR-5 jatuh di pemukiman penduduk di Tel Aviv. Perlu diketahui saat ini Gaza benar-benar sendirian. Saya jadi mengerti, kenapa Presiden Yudhoyono menelpon Presiden Iran Hassan Rouhani untuk mengatakan serangan udara Israel di Gaza harus dihentikan. Jujur saya kangen dengan Mahmoud Ahmaddinejad, Presiden Syiah mbeling yang di Indonesia sering dihujat dan dimaki itu. Dia membela Gaza bukan hanya dengan menulis status difacebook, atau pamer sumbangan di HI, dia benar-benar mengirim FAJR-5 ke Gaza. Ini bukan soal ideologi, ini bukan soal manhaj, tetapi dalam perang kita bicara realitas lapangan. Dan sekarang, Gaza benar-benar sendirian. 

Status

MEMBELA PALESTINA 

Saya bangga banyak kawan dan keluarga saat ini ikut menyuarakan kemerdekaan Palestina. Saya terharu bahwa kini yang membela bukan hanya dari satu agama saja. Tetapi menggunakan isu Palestina untuk menghujat atau memaki orang lain, saya rasa bukan itu yang diinginkan kawan-kawan di Palestina. Selama ini saya menyuarakan Palestina dimasa tenang dan perang, tetapi kapankah saya menghujat anda yang selama ini terlihat tidak perduli dan diam saja akan nasib mereka?. Mari kita membela Palestina dengan kesadaran dan keberadaban, kita membela Palestina karena kita tahu rasanya terjajah, kita membela Palestina karena fasisme harus hancur dimuka bumi, kita membela Palestina karena kita adalah manusia.