Epilogue Propaganda

“Suatu kebohongan yang disampaikan dengan baik dan berulang dapat membuat orang mempercayainya sebagai suatu kebenaran.”
Bayangkan kebiadaban ini. Tak usah bergidik. Kita telah mempraktekannya dengan senang hati. Bukankah kehidupan dipengaruhi keajaiban iklan, khotbah para penipu dan opini oppurtunis parlemen di televisi?. Kebenaran telah lama mati.
Tentu saja tidak buat dia. Ketika Adolf Hitler mati, dia juga merasa penting untuk mati. Sianida untuk keenam anaknya. Satu peluru untuk istrinya. Satu peluru lagi untuk dirinya sendiri. Dengan satu keyakinan: kebenaran akan tersimpan rapi didalam otak dari mayat-mayat yang terkubur api.
Aku sendiri malam ini merasa penting untuk menulis beberapa kata untuknya: “Sungguh akhir kebenaran yang konyol, Mister Goebbels!”
Illustration: http://www.refdag.nl

YORDANSYAH DJON GOMARATHONDA
http://www.yordansyah.com
Posted on 17 Februari 2011, in jurnal. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.