Satir Ibrani Dalam Sunyi Mutakif

Memulai Ramadhan sebagai seorang Mutakif. Bukanlah haram untuk menjaga tawa senantiasa lantang. The Three Stooges adalah senilai mahakarya Alexandre Dumas. Les Trois Mousquetaires: tous pour un, un pour tous. Tentu saja tanpa niatan untuk mengkorelasikan Ramadhan, I’tikaf dan Curly Howard. Karena Howard bersaudara sesungguhnya merupakan keluarga Horwitz dari Litvaks (Yahudi Lithuania). Dan hingga detik terakhir saya melepaskan tawa terhebat, tak saya temukan satu fatwa pun melarang seorang Muslim menertawai lelucon keluarga Yahudi.

Curly Howard seusia kakek saya Almarhum Haji Abdullah. Lelaki gemuk, plontos, lincah, manja dan selalu tertawa nyuk-nyuk-nyuk itu. Bukanlah seperiang yang kita duga. Ia seorang penyendiri. Tak mudah bersosialisasi. Serta harus setengah mabuk sebelum bertemu banyak orang. Ia pun selalu gagal dalam cinta. Ia bergabung dalam stooges bersamaan dengan naiknya Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman. Lelaki yang kemudian memerintahkan pasukannya melakukan penyerbuan ke Lithuania dan melakukan Holocaust terhadap banyak keluarga Yahudi disana. Yaitu dua belas tahun sebelum Indonesia merdeka serta lima belas tahun sebelum proklamasi Israel. Keluarga Howard tak terkait dengan zionisme.

YORDANSYAH DJON GOMARATHONDA
http://www.yordansyah.com

Posted on 2 Agustus 2011, in jurnal. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.