Sabra dan Shatila

Dua puluh sembilan tahun lalu. Ada parit darah diatas debu dan bebatu kering. Menggenangi tenda-tenda para pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila, Beirut Barat. Dua puluh sembilan tahun lalu. Ada ratusan anak dan perempuan Palestina mati diujung bayonet. Bergelimpangan dengan tubuh tercacah, tanpa kubur dan nama yang tak tercatat. Dua puluh sembilan tahun lalu. Dan saya hari ini masih tertunduk menahan air mata..

YORDANSYAH DJON GOMARATHONDA
http://www.yordansyah.com

Posted on 16 September 2011, in jurnal. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.